Pendekatan Psikoanalitik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pendekatan Psikoanalitik

Post  Admin on Fri Jun 29, 2012 9:00 pm


Salah satu aliran utama dalam sejarah psikologi adalah teori Psikoanalitik Sigmund Freud. Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia, dan metode psikoterapi. Secara historis psikoanalisis adalah liran pertama dari tiga aliran utama psikologi. /yang kedua adalah Behaviorisme, dan yang ketiga atau disebut juga “kekuatan ketiga” adalah psikologi eksistensial-humanistik. PEnting untuk diingat bahwa Freud adalah pencipta pendekatan psikodinamika terhadap psikologi, yang memberikan pandangan baru kepada psikologi dan menemukan cakrawala-cakrawala baru. Ia Misalnya, membangkitkan minat terhadap motivasi tingkah laku. Freud juga mengundang banyak kontroversi, eksplorasi, penelitian dan menyajikan landasan tempat bertumpu system-sistem yang muncul kemudian.

Sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek pendekatan psikoanalitik mencakup (1) Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada peredaan penderitaan manusia. (2) Tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor-faktor tidak sadar. (3) Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dimasa dewasa. (4) Teori psikoanalitik menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandalkan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan. (5) Pendekatan psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-transferensi.

Struktur Kepribadian

Menurut pandangan psikoanalitik, struktur kepribadian terdiri dari tiga system : id, ego dan super ego. /ketiganya adalah nama bagi proses-proses psikologis dan jangan dipikirkan sebagai agen-agen yang terpisah mengoperasikan kepribadian, merupakan fungsi-fungsi kepribadian sebagai keseluruhan ketimbang sebagai bagian yang terasing satu sama lain. Id adalah komponen Biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego adalah komponen sosial.

Id

Id adalah system kepribadian yang orisinil, kepribadin setiap orang hanya terdiri dari Id ketika dilahirkan. Id merupakan tempat bersemayam naluri-naluri. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut dan mendesak. Seperti kawah yang terus mendidih dan bergolak, id tidak bisa menoleransi tegangan, dan bekerja untuk melepaskan tegangan itu sesegera mungkin serta untuk mencapai keadaan homeostatik. Dengan diatur oleh asas kesenangan yang diarahkan pada pengurangan ketegangan, penghindaran kesakitan, dan perolehan kesenangan, Id bersifat tidak logis, amoral dan didorong oleh satu kepentingan : memuaskan kebutuhan-kebutuhan naluriah sesuai dengan asas kesenangan. Id tidak pernah matang dan selalu menjadi anak manja dari kepribadian, tidak berfikir dan hanya menginginkan atau bertindak. Id bersifa tidak sadar.

Ego

Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan. Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah, mengendalikan dan mengatur. Sebagai “polisi lalu lintas” bagi id, super ego dan dunia eksternal. Tugas utama Ego adalah mengantarai naluri-naluri dengan lingkungan sekitar. Ego mengendalikan kesadaran dan melaksanakan sensor. Dengan diatur oleh asas kenyataan, ego berlaku realistis dan berpikir logis serta merumuskan rencana, tindakan bagi pemuasan kebutuhan. Apa hubungan antara Ego dan Id ? Ego adalah tempat bersemayam intelegensi dan rasionalitas yang mengawasi dan mengendalikan impuls-impuls buta dari Id. /sementara Id hanya mengenal kenyataan subjektif, ego memperbedakan bayangan-bayangan mentl dengan hal-hal yang terdapat di dunia eksternal.

Super Ego

Super ego adalah cabang moral atau hokum dari kepribadian. Super ego adalah kode moral individu yang urusan utamanya adalah, apakah suatau tindakan itu baik atau buruk, benar atau salah. Super ego mempresentasikan hal-hal yang ideal dan mendorong bukan kepada kesenangan, melainkan kepada kesempurnaan. Super ego mempresentasikan nilai-nilai tradisional dan ideal-ideal masyarakat yang dijarkan orang tua kepada anak. Super ego berfungsi mengambat impuls-impuls Id. Kemudian sebagai internalisasi standar-standar orang tua dan masyarakat, super ego berkaitan dengan imbalan-imbalan dan hukuman-hukuman. Imbalannya adalah perasaan bangga dan mencintai diri, sedangkan hukumannya adalah perasaan berdosa dan rendah diri.

Gerald Corey. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Hal 13-15 Shocked
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 19
Join date : 03.06.12

Lihat profil user http://bimkos.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik